PENGENDALIAN RAYAP PADA TANAMAN SECARA KIMIA

PENGENDALIAN RAYAP PADA TANAMAN SECARA KIMIA

Pengendalian Rayap pada Tanaman Secara Kimia Menggunakan Beberapa Teknik/Cara Pengendalian.

Tindakan pengendalian rayap pada tanaman dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu:

  1. Teknik pengendalian kimia (chemical Control),
  2. Teknik pengendalian non kimia (non-chemical control), dan
  3. Teknik pengendalian terpadu (Integrated).   

Pada tulisan ini, hanya akan membahas pengendalian secara kimia yang mencakup 5 teknik pengendalian yang dijelaskan di bawah, dengan kesamaan bahwa pengendalian Rayap Secara kimia pada tanaman intinya menggunakan termitisida toksik sebagai bahan pengendalian.  Pada tulisan kali ini, hanya akan membahas pengendalian secara kimia

Ekosistem pertanian, perkebunan, pertamanan atau agroekosistem sangat berbeda dengan ekosistem permukiman sehingga sistem pengendalian rayap memerlukan pertimbangan yang tepat mengingat luasnya areal perlakuan, tingginya keanekaragaman organisme lain bukan sasaran, toksisitas termitisida terhadap tanaman, residu bukan sasaran, dan sebagainya. Oleh karena itu diperlukan pengamatan secara cermat untuk mengenali kondisi daerah perlakuan, jenis hama, gejala serangan, dan tingkat kerusakan. Di samping itu juga pendugaan nilai kerugian ekonomis akibat serangan rayap berupa kehilangan hasil panen atau kematian tanaman harus ditentukan terlebih dahulu secara rinci sehingga tindakan pengendalian layak dilakukan baik secara teknis maupun ekonomis.

serangan rayap pada pohon palm
serangan rayap pada pohon palm

Masalah hama rayap pada tanaman di Indonesia baru mendapat perhatian serius dalam satu dekade terakhir ini, terutama rayap Coptotermes spp. yang dianggap sebagai hama penting pada berbagai jenis tanaman perkebunan. Kondisi ini menyebabkan tindakan pengendalian rayap juga masih relatif baru diterapkan sebatas pada cara-cara pengendalian secara mekanis dan secara kimiawi, sedangkan pengendalian hayati belum banyak dikenal dan dilakukan.

Pengendalian Rayap Pada Tanaman Secara Kimiawi

Hingga saat ini, pengendalian kimia, masih mengandalkan penggunaan insektisida kimia (termitisida) dalam formulasi cair maupun butiran.

Termitisida dari kelompok organoklorin seperti klordane, aldrin, dieldrin sangat ampuh dalam mengendalikan rayap pada tanaman, akan tetapi, penggunaan senyawa kimia ini memberikan perlindungan terhadap tanaman dilakukan sebelum larangan penggunaan organoklorin sejak keluarnya Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 14/Kpts/TP.270/9 dinyatakan bahwa peredaran dan penggunaan insektisida klordane dan dieldrin dicabut dari seluruh wilayah Indonesia sehingga Termitisida tidak lagi dapat dipergunakan.

Pada saat ini, beberapa jenis termitisida yang dapat digunakan adalah  yaitu Fipronil dan Imidakioprid (nitroguanidine) banyak juga dipergunakan untuk mengendalikan rayap pada tanaman. Fipronil memiliki mekanisme mengganggu Sistem syaraf pusat khususnya gangguan pada pertukaran ion-ion klorida melalui Gamma Amino Butyric Acid (GABA). Kandungan GABA pada serangga lebih tinggi jika dibandingkan dengan mamalia, sehingga penqunaan insektisida ini diharapkan tidak berbahaya terhadap hewan ataupun manusia. Sementara itu, uji coba penggunaan termitisida Imidakloprid juga menunjukkan hasilyang cukup baik dalam mengendalikan serangan rayap pada tanaman.

Termitisida ini pada dosis rendah dapat menyebabkan rayap menjadirentan dan mudah terinfeksi oleh patogen (musuh alaminya baik jamur maupun nematoda), sehingga akan mengalami kemunduran pada

koloninya. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan termitisida dapat diaplikasikan dalam beberapa cara. Umumnya dilakukan dengan cara penyemprotan (spraying) atau mencampurkan termitisida dalam bentuk serbuk atau granul dengan tanah. Beberapa teknik lain yang dapat diqunakan adalah melalui teknik penyuntikan (injection) pada bagian pohon atau sistem perakaran tanaman yang terserang atau dengan cara penyiraman (drenching) di sekitar sistem perakaran tanaman.

Jenis termitisida yang diqunakan harus bersifat tidak beracun bagi tanaman dan tidak terdekomposisi dalam waktu yang lama pada organ tanaman terutama bagian tanaman yang dikonsumsi. 

 

1). Penyemprotan Batang Tanaman

Batang pohon yang terserang rayap dicirikan dengan adanya liang- liang kembara rayap pada permukaan kulit batang. Apabila menunjukkan gejala tersebut, penyemprotan batang dapat diaplikasikan dengan menggunakan power sprayer atau alat penyemprot punggung. Tindakan penyemprotan dapat membunuh rayap yang berada di permukaan batang dapat merusak liang -liang kembaranya. Namun, rayap yang bersarang di dalam batang tidak akan terlalu terpengaruh oleh perlakuan tersebut karena termitisida tidak mampu terpenetrasi ke dalam batang, kecuali jika termitisida yang diqunakan sistemik yang mampu terdistribusi melalui sistem pengangkutan tanaman.

2). Injeksi Batang Tanaman

Rayap yang bersarang di dalam pohon dapat dikendalikan dengan melakukan injeksi termitisida ke dalam batang. Injeksi dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengeboran batang derngan menggunakan bor kayu hingga mencapai sarang rayap atau liang kembara rayap di dalam batang.

3). Penyiraman (drenching) di Sekitar Sistem Perakaran

Penyiraman termitisida di sekitar sistem perakaran bertujuan untuk mencegah masukkan rayap ke dalam tanaman inang. Di sekitar sistem perakaran (0.5 m) dari batang pohon dibuat parit sedalam 15 cm, kemudian ke dalam parit disiramkan termitisida sebanyak 2.5-4 liter per meter.

4). Perlakuan pada Lubang Tanam

Pada saat penanaman atau penggantian pohon yang sudah mati dan akan diganti dengan pohon baru, maka lubang tanam perlu mendapatkan perlakuan anti rayap. perlakuan pada lubang tanam dapat dilakukan dengan menggunakan termitisida cair yang diaplikasikan dengan penyiraman atau dengan menggunakan termitisida dalam formulasi butiran yang dicampurkan dengan tanah. Perlakuan ini berfungsi untuk mencegah masuknya rayap tanah ke dalam tanaman inang.

5) Pembasmian Sarang

Teknik lain penggunaan termitisida adalah dengan mengaplikasikan secara langsung pada sarang rayap yang berada di dalam tanah. Untuk cara ini umumnya digunakan bahan kimia atau termitisida yang mudah menguap atau dengan menggunakan termitisida cair yang disuntikkan ke pusat sarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengendalianhama.com Newsletter

Berlangganan informasi maknyus dari kami!