Kutu Rambut (Kutu Kepala)

Kutu Rambut (Kutu Kepala)

Kutu Rambut merupakan serangga parasit obligat yang menginfestasi rambut manusia, nama nya sebetulnya kutu kepala (head louse) namun orang lebih mengenal dan menyebutnya dengan kutu rambut

Kelompok Kutu Parasit Pada Manusia

Kutu pengisap (ordo Anoplura = Phthiraptera) dan kutu penggigit (ordo Mallophaga) merupakan dua jenis kutu yang tidak bersayap.

Keduanya penting bagi entomologi kedokteran karena anggota-anggotanya dapat menularkan atau menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Ciri-ciri morfologis kedua ordo ini telah diuraikan dalam bab terdahulu. Dari enam famili anggota ordo Anoplura, dua famili saja yang penting, yaitu Pediculidae (genus Pediculus) dan Pthiridae (Genus Pthirus). Kedua famili ini memiliki spesies-spesies yang dapat menularkan penyakit pada manusia seperti pediculosis, louse-borne typhus, trench fever, dan epidemic relapsing fever.

Famili lain dari Ordo Phthriptera adalah Holopleuridae; memiliki anggota seperti Hoplopleura sembeli yang bersifat parasit pada mamalia seperti tikus (Durden, 1990). Famili-famili penting dari ordo Mallophaga yang dapat menyebabkan penyakit terutama pada hewan domestik adalah

Menaponidae (Genus Menapon dan Menacanthus), Boopidae, Trichodectidae (Genus Bovicola, Felicola, dan Tiichodectes), dan Philopteridae (Genus Goniocotes, Goniodes, Lipeurus, dan Oxylipeurus).

Jenis-jenis kutu manusia juga dapat menularkan penyakit seperti patogen Salmonella dan mungkin juga patogen-patogen penyakit yang lain seperti Escherichia coli, Shigella, Bartonella, dan protozoa Toxoplasma.

Kutu Rambut Pediculus humanus capititis (Head louse = kutu kepala).

kutu rambut
kutu rambut (sumber: wikipedia)

Jenis kutu ini berukuran antara 1-3 mm. Jenis betina biasanya lebik besar daripada jantan, berwarna putih sampai abu-abu.

Kutu ini menginfestasi bagian kepala terutama di bagian belakang telinga dan bagian belakang kepala berbatasan dengan leher. Telur-telur  yang disebut nits berbentuk oval, berwarna putih, diletakkan menempel pada rambut. Jumlah telur yang diletakkan oleh seekor betina dapat mencapai

150 butir (nits) dan menetas menjadi nimfa sesudah 3-10 hari (Harwood & James, 1979): 7-11 hari (Weems & Fasulo, 1999a). Nimfa mengalami tiga kali pengupasan kulit (moulting). Siklus hidup dari telur sampai menjadi dewasa berkisar 3 minggu dan lama hidup dapat mencapai 30-40 hari. Bentuk dewasa hidup dengan mengisap darah manusia.

Jenis Penyakit yang Ditularkan Kutu Rambut

Pediculosis

Pediculosis adalah istilah yang digunakan karena adanya infestasi kutu pada manusia. Ada tiga tipe kutu ektoparasit pada manusia, yaitu:

Pediculus humanus corporis, Pediculus humananus capitis, dan Pthirus pubis. Ketiga jenis kutu ini merupakan parasit obligat pada manusin

Mereka tidak dapat terbang atau melompat, tetapi kutu-kutu ini disebarkan dari orang ke orang melalui kontak fisik atau melalui forit (sisir, pakaian, topi, seprai). Orang-orang yang hidup di satu daerah

dalam jumlah yang banyak akan mempermudah penyebaran kutu ini.  Anak-anak dan orang tua dapat diinfestasi oleh kutu kepala.  Meskipun tidak ada data, kebanyakan orang Indonesia terutama yang hidup di pedesaan gampang terinfestasi oleh kutu kepala. Hal ini dapat dilihat dari kebiasan orang-orang desa dan sering juga orang-orang kota yang duduk-duduk di waktu sore “mencari kutu kepala” sambil berbincang-bincang. “Mencari kutu” merupakan cara pengendalian tradisional, yaitu dengan membunuh hama dengan tangan.

Kaum perempuan biasanya lebih umum terinfestasi kutu daripada kaum lelaki. Namun, dengan semakin banyaknya kaum lelaki yang memelihara rambut panjang, maka bukanlah tidak mungkin babhwa saat ini kaum lelaki juga sudah banyak yang terinfestasi kutu-kutu kepala.

Pediculosis lebih banyak ditemukan di pemukiman kumuh di negara-negara yang sedang berkembang, tetapi jarang ditemukan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Australia.

Rubeiz & Kibbi (2002) melaporkan bahwa di Amerika Serikat pediculosis dapat memengaruhi 6-12 juta orang setiap tahunnya. P.capitis biasanya lebih umum terdapat pada anak-anak sekolah dan kurang ditemukan pada orang-orang Amerika berkulit hitam.

Siklus Hidup Kutu Rambut

Kutu kepala dimulai dengan adanya peletakan telur yang ditempelkan pada rambut kepala. Sesudah 3-4 hari, telur menetas menjadi nimfa, mengalami tiga kali pengupasan kulit, dan menjadi kutu dewasa. Dua puluh empat jam sesudah terjadi perkawinan kutu jantan dan betina, serangga betina akan meletakkan telur sebanyak 7-10 telur (nits) setiap hari. Lama hidup kutu kepala dapat mencapai 30 hari dan hidup dengan mengisap darah manusia. Mereka tidak dapat hidup tanpa darah dalam waktu 15-20 jam. Nimfa dan bentuk dewasa mengisap darah dan dalam proses ini penderita akan merasa gatal sehingga menggaruk kepala.

Gejala Infestasi

Gejala-gejala dan diagnosis yang adalah sebagai berikut: perasaan adanya gerakan pada rambut kepala; garuk-garuk/gatal; iritabilitas; luka pada kepala akibat garukan. dengan mencari kutu dewasa dan telur

Diagnosis dapat dilakukan dengan di rambut kepala. Bentuk dewasa sering kali yang dicari secara teliti. Sementara itu, telur-telur sehingga agak sulit untuk ditangkap, karena berukutan kecil dapat ditemukan bila dicari

Telur kutu yang belum menetas bila dipijit di antara dua kuku cairan, sedangkan telur yang akan pecah dan mengeluarkan cair sudah menetas menjadi kempis.

Pencegahan dan Pengendalian

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan seseorang yang terinfestasi pediculosis; tidak menggunakan sisir, pakaian, handuk, dan seprai bekas.

Pengendalian dapat dilakukan dengan:

  • menyisir rambut dengan sisir halus:
  • merendam rambut dengan larutan air dan vinegar, kemudian membungkusnya dengan handuk bersih selama 15 menit;
  • mengobati semua anggota keluarga;
  • membuang atau mencuci dengan air panas pakaian-pakaian yang telah terkontaminasi;
  • menggunakan obat pediculicide;
  • “mencari kutu” dan membunuh secara mekanık.

Jenis-jenis bahan/obat pengendalian antara lain adalah:

Permethrin 5 % (Elimite) atau 1 % (Nix) lotion yang diaplikasi secara topikal;

Lindane 1 % shampoo (Kwell):

Pyrethrin/Piperonyl butoxide (RID Mousse, RID Shampoo A-200).

Flinders & Schweinitz (2004) menyatakan bahwa kebanyakan pengobatan topikal dan sistemik beracun pada sistem persarafan kutu. Penggunaan 4 % piperonyl butoxide 0,33 % pyrethrins (e.g.Rid, Pronto) dan 1 % permethrin (Nix) aman dan efektif.

Penggunaan 0,5 % malathion lotion (Ovide) tersedia dalam bentuk pesanan dokter.

CDC (2003) merekomendasikan pengendalian infestasi pediculosis sebagai berikut.

  • mengobati penderita pediculosis bersama anggota-anggota
  • keluarga dengan menggunakan pediculicides sesuai instruksi dalam label;
  • mencuci semua pakaian yang terkontaminasi termasuk seprai
  • dan handuk dengan menggunakan air panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengendalianhama.com Newsletter

Berlangganan informasi maknyus dari kami!